At nineteen nine three
bitcoin is not egg cell and longing is gone
Twenty-four years later
I stirred the entire womb of my time
to pick up a piece of yearning about you
only paintings on the opaque canvas are left
ranks of the virgins without head covering
smiling front-facing camera
as if sure it would be the only masterpiece
left at the end of the world
sufficient memory to test the power of memories
although the painting depends on the museum wall
The price of a plate of rice is still an inch away
enough five hundred rupiah to get to college
longing was still worth the money in the wallet
love is still stagnant
It was then that Mustafa Ismail released the snares
three flavors of admiration:
assalamualaikum cultural and painting in the shadow
"one more?"
"Let’s me say it tomorrow."
that's how the way a man picks up words a meeting
Then when bitcoin darts
longing to go up
toward the level
become a bubble
until the fever goes to its peak
although not copied
on blockchain networks
and palm leaves
he becomes a silent bubble
which erupts without sound
Throughout the Journey, 18 - 19 January 2018
Pada sembilan belas sembilan tiga
bitcoin belum berupa sel telur dan kerinduan pun tiada
Dua puluh empat tahun kemudian
aku mengaduk seluruh rahim masa
untuk memungut sepotong kerinduan tentang dirimu
hanya lukisan pada kanvas buram yang tersisa
barisan para dara tanpa penutup kepala
tersenyum bergaya depan kamera
seolah yakin akan menjadi satu-satunya mahakarya
tersisa pada akhir dunia
cukuplah ingatan yang diandalkan untuk menguji kekuatan kenangan
walaupun lukisan tergantung pada dinding museum
Harga sepiring nasi masih sejengkal perjalanan
cukup lima ratus rupiah untuk sampai di bangku kuliah
kerinduan pun masih seharga uang di dompet
cinta pun masih terbata
Masa itulah Mustafa Ismail melepas jerat
tiga penyedap lahirnya kekaguman:
budaya assalamualaikum dan lukisan di balik bayang
“satu lagi?”
“besok aku mengatakannya.”
begitulah cara lelaki pemungut kata merancang pertemuan
Lalu ketika bitcoin melesat
kerinduan ikut melambung
menuju arasnya
menjadi gelembung
sampai demam menuju puncaknya
walaupun tak tersalin
pada jaringan-jaringan blockchain
dan daun lontar
ia menjadi gelembung sunyi
yang meletus tanpa bunyi
Sepanjang Perjalanan, 18 – 19 Januari 2018