Bitcoin Bubble, Bubbles Longing | Bilingual |

Words
372
Reading
2 min
Listen
Play
9y

At nineteen nine three
bitcoin is not egg cell and longing is gone

Twenty-four years later
I stirred the entire womb of my time
to pick up a piece of yearning about you
only paintings on the opaque canvas are left
ranks of the virgins without head covering
smiling front-facing camera
as if sure it would be the only masterpiece
left at the end of the world
sufficient memory to test the power of memories
although the painting depends on the museum wall

The price of a plate of rice is still an inch away
enough five hundred rupiah to get to college
longing was still worth the money in the wallet
love is still stagnant

It was then that Mustafa Ismail released the snares
three flavors of admiration:
assalamualaikum cultural and painting in the shadow
"one more?"
"Let’s me say it tomorrow."
that's how the way a man picks up words a meeting

Then when bitcoin darts
longing to go up
toward the level
become a bubble
until the fever goes to its peak
although not copied
on blockchain networks
and palm leaves
he becomes a silent bubble
which erupts without sound

Throughout the Journey, 18 - 19 January 2018



Source


Gelembung Bitcoin, Gelembung Rindu

Pada sembilan belas sembilan tiga
bitcoin belum berupa sel telur dan kerinduan pun tiada

Dua puluh empat tahun kemudian
aku mengaduk seluruh rahim masa
untuk memungut sepotong kerinduan tentang dirimu
hanya lukisan pada kanvas buram yang tersisa
barisan para dara tanpa penutup kepala
tersenyum bergaya depan kamera
seolah yakin akan menjadi satu-satunya mahakarya
tersisa pada akhir dunia
cukuplah ingatan yang diandalkan untuk menguji kekuatan kenangan
walaupun lukisan tergantung pada dinding museum

Harga sepiring nasi masih sejengkal perjalanan
cukup lima ratus rupiah untuk sampai di bangku kuliah
kerinduan pun masih seharga uang di dompet
cinta pun masih terbata

Masa itulah Mustafa Ismail melepas jerat
tiga penyedap lahirnya kekaguman:
budaya assalamualaikum dan lukisan di balik bayang
“satu lagi?”
“besok aku mengatakannya.”
begitulah cara lelaki pemungut kata merancang pertemuan

Lalu ketika bitcoin melesat
kerinduan ikut melambung
menuju arasnya
menjadi gelembung
sampai demam menuju puncaknya
walaupun tak tersalin
pada jaringan-jaringan blockchain
dan daun lontar
ia menjadi gelembung sunyi
yang meletus tanpa bunyi

Sepanjang Perjalanan, 18 – 19 Januari 2018



Source


Badge_@ayi.png


follow_ayijufridar.gif

Bitcoin Bubble, Bubbles Longing | Bilingual | | Ecency