Hai sahabat stemian dimana pun anda berada, selamat malam..
Belanja di mall adalah hal yang menyenangkan, selain banyak pilihan kita juga tidak perlu tanya-tanya harga, toh harganya sudah tertempel. Selain bersih mall juga memberikan suasana yang sejuk, hal ini tentu saja menambah kenyamanan sipenjual dan pembeli.
Disana kita akan melihat orang wara-wiri, naik turun lift dan eskalator, berbagai jajanan serta permainan juga banyak tersedia, sewaktu-waktu mall menawarkan diskon yang luar biasa, tidak ada yang tau jikapun mereka sudah menaikkan harga entah berapa kali lipat. Entah semacam kebiasaan, kesenangan, kebanggan atau entahlah sehingga bagi sebagian orang belanja di mall menjadi harus.
Mengapa tidak sekali waktu tuan dan puan, ibu dan bapak, Abang dan kakak menyisir ke pasar tradisional, disana anda akan melihat deretan pedangan kecil yang menjajakan sayurnya, tidak ayal sebagian dagangannya sudah layu, tempe yang tersusun tidak rapi itu sudah berubah warna, dan tahu di baskom yang berisi air sudah sedikit hancur sehingga potongannya tidak lagi berbentuk. Kecambah kacang hijau yang biasa di sebut tauge sudah memanjang, cabai, tomat dan lainnya juga sempat membusuk.
Pun bawang, sudah tumbuh menjadi siap tanam, tetap harus di jajakan meski dengan harga murah, tidak bicara untung banyak, asal tidak rugi mereka sudah bahagia.
Di sudut sebuah toko kumuh, seorang ibu renta sedang melayani pembeli yang jika dilihat dari gaya berpakaiannya adalah orang berada. Ia minta diskon suka-suka, ibu tua ini melayani nya dengan sabar. Wajah tua itu menyimpan luka, ada pilu yang menganga, ia tidak ceria. Setelah semua barangnha terbungkus, sipembeli yang tidak bernurani mengambil uang kembali lalu pergi.