Umum nya orang bertanya karena dua hal, peduli atau hanya sekedar ingin tahu.
Di pinggir jalan setapak, aku sedang membidik bunga kecil putih.
Pubut nyak? (Sedang apa nak?) Tanya seorang pria paruh baya yang menenteng karung berisi rumput, bisa kutebak itu adalah pakan ternak. Menjadi rutinitas bagi orang-orang yang memiliki hewan peliharaan berupa kambing, sapi atau kerbau, di sore harinya mereka mencari rumput-rumput segar di sawah atau di kebun-kebun kosong.
Yang punya sawah atau kebun tidak keberatan meski mereka tidak pernah minta izin, toh sawah atau kebunnya bisa bebas rumput, tanpa sengaja terciptalah simbiosis mutualisme antara mereka karena saling menguntungkan.
Tengeh lon foto bungong nyo (sedang foto bunga ini) seraya menunjukkan bunga putih mungil padanya. Aku tidak kenal ia siapa, asalnya dari mana, ia bertanya sekenanya mungkin hanya sekedar ingin tau bukan peduli karena kami tidak saling kenal.
Sekilas ia melihat bunga yang aku foto beberapa saat sebelum itu, menyibak nya dengan arit.
Ooo. Bungong nyo jet ke ubat katarak (oo bunga ini bisa dijadikan obat katarak).
Secepat kilat aku berpaling, tentu untuk bertanya bagaimana cara penggunaan nya, bunganya di apakan hingga jadi obat katarak yang siap pakai.
Sayangnya ia melangkah cukup cepat, menuju ke arah kereta butut yang ia parkir di semak-semak, pergi dan hanya meninggal kan asap bau solar.
Aku bingung, harus bertanya pada siapa, ketidakyakinanku benar terjadi dua jam kemudian
Hom (entah), itu jawaban ibuku ketika kutanya.
Inilah bunga putih yang kata tukang koh naleung itu bisa jadi obat katarak.
Sisi lain
Lain sisi
Bagaimana cara pakainya sedang kucari tau, mungkin pembaca ada yang tahu, mohon beritahu kami...
Mohon maaf untuk informasi yang tidak jelas ini, jangan salahkan aku salahkan lah bapak-bapak itu..