Jangat kaget melihat banyak pekerja lansia di Singapura. Para pekerja
manula mudah ditemui di restoran cepat saji, cleaning service, petugas
bandara, sampai karyawan toko.
Usia pensiun warga Singapura di angka umur 63 tahun. Di Usia pensiun,
kebijakan pemerintah Singapura membolehkan para lansia bekerja lagi.
Pekerjaan setelah pensiun bersifat sukarela dengan jam kerja lebih
sedikit, maksimal 6 jam saja.
Sedikit nguping cerita, katanya...., kebijakan pemerintah Singapura
membolehkan para lansia bekerja berawal dari kisah nyata anak durhaka
yang sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior. Singkat ceritanya itu ada
si anak dengan tega mengusir ayahnya dari apartemen yang telah ia
warisi. Karena seluruh kekayaan si ayah sudah diwariskan semua kepada
anaknya, maka sejak saat itu ia menjadi pengemis di Orcahrd Rd.
Bayangkan pebisnis sukses dan kaya raya tiba-tiba menjadi seorang
penegemis!
ide Lee Kuan Yew ini selain agar para lansia bisa tetap bugar, juga Agar
para lansia tidak bergantung kepada anak dan menantunya. Dengan gajinya,
para lansia juga dapat dengan bangga memberikan angpao kepada cucu-
cucunya setelah satu tahun bekerja.
Kalau dihitung-hitung sih memang uangnya tidak seberapa, tapi yah...
sekedar kesibukan saja setelah pensiun. Sifatnya sukarela, sebenarnya
tak masalah mau pensiun berdiam di rumah saja juga boleh.
Kebijakan PM Lee ini sarat pesan, untuk tidak pandang sebelah mata
terhadap para lansia. Mereka harus tetap didukung dan dihargai. Dengan
memberikan para lansia pekerjaan, mereka tetap dapat bersosialisasi dan
tentunya tetap sehat bugar karena selalu aktif bergerak.
Lee juga memberikan pendidikan kepada anak muda Singapura agar selalu
menghargai dan menghormati pekerjaan para lansia tersebut. Jadi jangan
heran budaya warga Singapura bila habis makan di resto-resto di sana,
bekas makanannya mereka buang sendiri di tempat sampah yang telah
disediakan, plus nampannya dirapihkan di tempat yang disediakan pula.
Kalau misal ada yang tak merapihkan meja makan sendiri abis makan,
tandanya belum akrab dengan budaya di sana hehe.
Tapi.... kok gak teganya saya melihat di usia senja mereka masih bekerja
hehe, jalan saja mereka sudah begitu pelan, tapi.... ambil positifnya
saja lah...!
Oleh-oleh mampir di Changi Airport Singapura