Hidup ini bagaikan dua pohon yang secara sepintas terlihat berbeda namun tetap sama secara konteks. Dimana yang kaya akan semakin kaya sedangkan yang miskin tetap miskin bahkan lebih miskin. Pengaruh dari ketidakseimbangan ini adalah karena perbedaan kualitas dan kuantitas. Manusia memiliki persamaan nasib, namun nasib itu ditentukan oleh sejauh mana ia melakukan tindakan, ada seseorang yang memiliki nasib baik ada juga yang buruk. Kontras memang, namun semuanya ditentukan oleh masing masing individu. Manusia terbaik itu adalah manusia yang tidak pernah ikut campur urusan oranglain, sedangkan ia akan fokus dengan urusanya sendiri, dengan karirnya sendiri, dengan prinsipnya sendiri. Semua yang dilakukan untuk kepentingan dirinya sendiri tanpa melihat masalah oranglain sebagai penghambat apalagi sampai mengurusi masalah oranglain sedangkan menjadi penghambat bagi masalah oranglain.