Buku yang kesepian itu, akhirnya pada setiap Minggu beberapa bulan lalu Kota Meureudu, Pidie Jaya, Aceh akhirnya bertatap muka dengan lalulalang masyarakat.
Mereka tentu bahagia. Sebab begitu banyak mata yang membacanya baik dengan serius, tertawa, dan penuh gairah.
Halaman-halaman kertas juga meras begitu berdebar saat saban Minggu ia bisa menghibur pembaca.
Dari siang, ke sore, dia menanti dengan sabar siapa saja yang datang dan membacanya sepenuh hati.