Fatamorgana tentangmu selalu terselimuti oleh kelamnya awan hitam.
remukkan disetiap denyut nadi ku bernada suram....
memang aku tak berguna yang selalu saja kau permainkan dengan kelembutan berhiasi kepalsuan
lalu terbuai oleh fananya asmara......
apalah arti sebuah takdir...
jika kepalsuan rasa yang selalu hadir...
bias ronamu hanya berkanvas materi...
selalu kau hias ketulusanku dengan kebusukan
Aku penat,
menyaksikan segala siasat,
yang kau tebar penuh muslihat,
kau perankan tanpa ada cacat,
hingga terlihat bagaikan malaikat,
di balik niatmu yang berkarat,
menabur kebohongan terhebat.
Aku lelah,
menahan semua resah,
karena hatimu telah terbelah,
melemparkanku bagai sampah,
hingga kuakui aku telah kalah,
dan menahan rasa yang berdarah,
terlukai tajamnya dusta terindah