Jangan lagi ada amarah. Rindu pun cinta samalah kuat, tegak sejajar di dua sisi. Untukmu, dan hanya untukmu. Tak akan kubiarkan rapuh termakan cendawan, sayang. Tersebab engkau paling kudambakan sekalipun ruh harus kupertaruhkan.
Teruslah bernyanyi melagu rindu. Meramu kasih dengan tulus jiwamu. Kau, aku, akan selalu menjadi kita dalam satu sampan mengarung bahtera. Bukankah dari awal itu telah kujanjikan? Cobalah tetap kau genggam. Tersebab engkaulah selalu kupertahankan. Dalam erat ikatan, sepanjang jarak mengulur waktu 'tuk kita bertemu.
Kembang liar di gelanggang telaga. Kaulah teratai menyimpan pesona.
Jauh dari riuh gelak, memeluk hening enggan bergeming. Tersebab engkau ...
Kian menjalar akar harapan jumpai dirimu.