Cinta itu tertanak diteduh mata
Mendekap adamu setia
Dalam tajamnya sorot jiwa
Dan direbah jatuhnya rasa
Yang terdekap tanpa jeda
Menyambangkan satu rona
Dijingganya senja yang bertahta
Menghias rumah rindu,
tempat kita labuhkan cinta
Tersemat indah hijau permata
Basah yang mendekapi kita
Mengaliri ladang jiwa
Gersangnya hati
Mulai tergenangi
Dan pada titik titik gerimis
Canvas jiwa selalu melukis
Atas segigil rindu yang membiru
Tergantang pada jemari waktu
Menggambar ciptaku satu, perempuan hujanmu
Pada lorong paling sunyi
Tertulis serangkai melodi hati
Yang kita pahat diserenada rindu
Menjadi sajak balada bisu
Mendawai senandung cinta
Pada tangga nada rasa
Terpanggul ciptamu padaku
Penyanggah biola asmaramu
Tandusnya savana jiwa
Kini menjelma kebun bunga
Menghijau sedataran rasa
Mekarkan kuncup kuncup cinta
Menebar satu wangi cipta
Sambangkan perisai puja
Memagari taman hati
Pada rangkaian seikat janji
Menjagamu dari liarnya tebaran aroma
Mewujud adaku satu, puspa asmarandhana...