Dengan ringkih tetap melangkah;
Meskipun jiwa telah kering dan gersang;
Hanya ada darah ditelapak tangan yang dibawa...
Jalan itu sudah patah oleh badai kelicikanmu;
Dengan tak berdaya dan dibelenggu dengan pasrah;
Selang nafasnya telah disumbat oleh getah maksiatmu...
Dinegeri ini tak ada kain hijau dan palu pun telah rapuh;
Kursi penegak telah dimakan rayap, tinggal saat akan tumbang;
Jubah hitammu telah compang-camping dimakan kecoa...
Sekat keringat darah tak berguna lagi, rakyat tidak percaya padamu;
Gulungan argumentasi hanya sebuah lembaran dongeng saja;
Sarang laba-laba akan menutup keadilan bagi si kecil...
Kini dinegeri seberang tahu pondasi hukum ini telah rapuh;
Mereka tidak akan membantumu karena bukan urusannya;
Kini hanya berharap jiwa dan naluri yang tulus menjadi penegak hukum...
---oOo---