Jalan sudah patah...

Words
117
Reading
1 min
9y
Listen to this post
~1 min

Dengan ringkih tetap melangkah;
Meskipun jiwa telah kering dan gersang;
Hanya ada darah ditelapak tangan yang dibawa...

Jalan itu sudah patah oleh badai kelicikanmu;
Dengan tak berdaya dan dibelenggu dengan pasrah;
Selang nafasnya telah disumbat oleh getah maksiatmu...

Dinegeri ini tak ada kain hijau dan palu pun telah rapuh;
Kursi penegak telah dimakan rayap, tinggal saat akan tumbang;
Jubah hitammu telah compang-camping dimakan kecoa...

Sekat keringat darah tak berguna lagi, rakyat tidak percaya padamu;
Gulungan argumentasi hanya sebuah lembaran dongeng saja;
Sarang laba-laba akan menutup keadilan bagi si kecil...

Kini dinegeri seberang tahu pondasi hukum ini telah rapuh;
Mereka tidak akan membantumu karena bukan urusannya;
Kini hanya berharap jiwa dan naluri yang tulus menjadi penegak hukum...

---oOo---

Jalan sudah patah... | Ecency