Usah melukis sketsa
mozaik serupa cinta
Jika memang tinta rindumu
tak lagi berharga
Itu akan membuat bahasa luka
dalam rasanya dadamu
Kau letupan magma dari lidah bara api samsara dunia
yang datang membakar jiwa di atas panggangan sekam lara
Tubuhmu menetra fatamorgana mensiluetkan asa tak bertahta
Ambruk tak berdaya dalam kurungan waruga papa duka
Melangkah mengeja-eja aksara maya cinta-nya
Kepalamu bermahkota logika
gilanya membabibuta pada semesta nyata
Kau mencoretkan sketsa kata di hamparan kulit pori menganga waruga
Kerinduan dan cintamu
adalah lembah berjelaga tuba
dari nadir diri darah manusia
Jatung hatimu memompa
suara jeritan angkara ke angkasa
dalam kelananya perasaan jiwa
di belantara penuh rahasia
Kau berburu binatang rindu
ke dalam belukar belantara tanya
Kau membidikkan busur beranak panah cinta pada yang tak ada
Antara tubuh dan nyawa tak bermiraga
Kau hanya merambah sepinya malam tak bermakna
Hanya demi sang cinta yang kau damba meng-ada
Di pawana nyatanya jiwa ragamu yang bernanah bau nafsu angkara...