Tulisan ini di awali oleh sebuah pertanyaan yang memiliki makna filosofis, pertanyaan ini diajukan agar semua orang memiliki kecerdasan emosional dalam berfikir sehingga dapat menghindari rasa angkuh dan sombong serta dapat melakukan sikap sosial yang baik antar sesamanya.
Pertanyaannya sebagai berikut; dalam suatu kelompok, kenapa seseorang dianggap menjadi figur? Mengapa pula seseorang dianggap sebagai penguasa, mengapa pula seseorang dianggap sebagai andalan dan terbaik?,
Untuk menjawab semua itu hanya membutuhkan satu jawaban yaitu, karena tidak ada lain di atas dia.
Jawaban ini terlihat sangat subjektif, bukan pada kebenaran yang sebenarnya dari kemampuan dan figur seseorang. Berdasarkan jawaban tersebut seseorang dapat menyadari bahwa figur yang diandalkan itu bukan merupakan segala-galanya namun akibat keterbatasan personil saja, sehingga yang bersangkutan tidak layak menjadi sombong dan angkuh pada posisinya masingmasing.
Penulis mencontohkan dengan setangkai bunga berikut ini;
Sekilas anda pasti menganggap bahwa bunga ini indah, bahkan dia merupakan bunga yang indah dari berbagai sisi, bunga ini pantas di idolakan dan sewajarnya seperti itu
Pertanyaan susulan, mengapa bunga ini sangat indah, maka jawabannya adalah karena dia hanya sendiri dan tidak bergabung dengan sejumlah bunga yang lain, andaikan bunga ini berada ditengah, sejuta bunga yang lain maka keindahannya akan berkurang.