Kepercayaan didalam kehidupan itu perlu, walau pun banyak yang mengecewakan. Maka carilah sahabat yang bisa menaklukan hujan bersamamu, bukan hanya menumpang dipayung mu ketika hujan tiba dan pergi ketika hujan reda. Kepercayaan pun telah ku tanam kepada sahabat ku yang satu ini, ia sangat bijak dan penuh motivasi.
Seorang gadis yang cantik jelita, bisa dikatakan si gadis polos yang tak pernah memanfaatkan masa remajanya untuk berpacaran, ia hnya memiliki cinta yang cukup besar akan persahabatan. Gadis polos ini berkulit sawo matang, berwajah bulat, beralis tebal dan bola matanya yang bundar. Ia kerap dipanggil dengan sebutan ima yang bernama lengkap Nurul Ima, anak ketiga dari tiga bersaudara, gadis belia 19 tahun ini bertempat tinggal di Kota Lhokseumawe tepatnya didaerah panggoi, ia lahir pada tanggal 09 Juni 1998 yang sedang menempuh jenjang pendidikan S1 Bahasa dan Sastra Indonesia semester IV di Universitas malikussaleh.
Nurul Ima adalah salah satu mahasiswi kupu-kupu (kuliah pulang -kuliah pulang), ia seorang mahasiswi yang sangat serius dalam menjalankan perkuliahanya. Disamping kesibukanya dalam dunia perkuliahan dia juga disibukan dengan kesibukan dalam hal pekerjaan yang dia jalani walaupun dalam proses belajar.
Ima sangat pandai dalam memilah-milah waktu. Pada waktu luangnya ia manfaatkan untuk bekerja agar dapat meringankan orang tua dalam pembiayaan perkuliahannya. Salah satu pekerjaan yang dilakukan dalam waktu luangnya ialah menjahit, dia juga sangat pintar dalam hal masak memasak, apalagi memasak kue, dia memang ratunya.
Kepeduliannya kepada orang lain sangatlah besar, tanpa ada sifat keegoisan didalam dirinya, sosok Nurul ima bisa dikatakan sosok keibu-ibuan karena setiap kali saya meliatnya saya teringat akan pesan ibu saya. Ucapan yang dilontarkanya bisa kita jadikan sebuah motivasi, maka sebuah kepercayaan pun berdiri kokoh kepada sahabatku yang satu ini.