Mawarni kerab dikenal dengan sebutan Mawar (18), warga kampung Aluee Sejeungkai. Namanya sering disebut dalam masyarakat, dikarenakan Mawar orangnya cantik dan peramah bisa dikatakan Bungai Desa. Mawar sangat mudah bergaul dengan masyarakat semua orang sangat menyukai dirinya. Para pemuda di kampung memperebutkan mawar, salah satunya Amir yang tidak mau disaingi oleh pemuda-pemuda lainnya.
Pertemuan yang tidak disengaja Mawar dengan Amir di depan mesjid. Mawar yang hendak menjalankan solat berjamaah , kini terhentilah langkahnya dikarenakan bertabrakan dengan Amir. Maka disitulah terjadi perkenalan berlansung dengan obrolan.
Keesokan harinya, Mawar melakukan aktivitasnya seperti biasa. Para pemuda selalu memperhatikan Mawar. Mawar yang pikirannya masih labil, yang tidak dulu ingin memilih pendamping hidupnya walaupun banyak pemuda yang mengombalinya tiap hari, dikarenakan Mawar ingin melanjutkan studi. Apalagi kedua orangtua sangat mendukung Mawar.
Kembali lagi kepersoalan Amir, yang memiliki perasaan yang sangat besar kepada Mawar, Amir yang langsung mengatakan perasaan yang sesungguhnya kepada Mawar bahwa sanya dirinya mencintai Mawar dengan tulus. Akan tetapi, sangat disayangkan Mawar dengan tegasnya menolak dengan mentah-mentah pesaan Amir.
Amir yang merasakan kekecewaan yang mendalam karena ditolak cintanya oleh Mawar, didalam lubuk hatinya terbisik rayuan syaitan untuk menghabisi nyawa Mawar gadis desa yang sangat dia cintai, dengan kekecewaan yang dia bawa kemana pun dia pergi, dia memutuskan untuk bertemu dengan Mawar utuk yang terakhir kalinya, lalu Amir mangajar Mawar berjumpa di halamanbelakang rumahnya, dengan tanpa disengaja kerena hati yang di rayu oleh syaitan untuk menghabisi nyawa Mawar.kejadian itu pun terjadi. Nyawa sang gadis desa melanyang di tangannya Amir .