warga Beuracan mengamuk karena diiming-iming akan lewat pada tahap perseleksian PPS ( Panitia Pengumutan Suara ) di kantor Kecamatan setempat.
Akibatnya, salah seorang ibu rumah tangga yang bernama Fitriani mengamuk di rumahnya, karena Fitriani telah dijanjikan oleh suaminya bahwa dia akan lulus di tahap seleksi PPS tersebut. Namun, saat pengumuman hasil berkata lain, nama Fitriani tidak tertera dalam daftar nama kelulusan.
Amukan tersebut membuat isi rumah Fitriani hancur berantakan, seluruh peralatan rumah tangga rusak akibat ulahnya,sehingga membuat suaminya frustasi dan mecari jalan keluar persoalan yang menimpa istrinya.
“seharusnya reaksi Fitriani tidak perlu berlebihan seperti itu, karena yang namanya rezeki tidak bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita”. Kata kepala Desa, Nasruddin, di Beuracan, Senin.