Perajin batu bata warga Desa Reuleut barat kecamatan muara batu kebupaten Aceh Utara, Harga Batu Bata menurun karena musim kemarau.
Saptu, 7 April 2018 oleh: Fahkrul Razi selaku perajin batu bata mengatakan bahwa, Musim kemarau panjang Desa Reuleut Barat kebupaten Aceh Utara mengalami harga batu bata menurun sangat pesat dikarenakan musim kemarau yang berkapanjangan seperti yang terjadi saat ini, sehingga pendapatan di peroleh tidak seimbang dengan banyaknya permintaan.
Harga Batu- bata saat ini mencapai Rp. 390 ribu per seribu unit batu bata. Harga bahan bangunan tersebut menurun dari harga sebelumnya per unit seribu batu bata mencapai Rp. 450 ribu harga jauh lebih tinggi saat musim hujan. Kemudian harga barang batu bata mentah sekarang mencapai Rp.180 -190 ribu per seribu unit batu bata. Jika pada musim hujan harga batu bata meningkat mencapai Rp.250 ribu per seribu unit batu bata. Masyarakat banyak mengeluh akibat harga batu bata merosok saat musim kemarau.
Menurut Ibu Sari salah satu produsen batu bata, pada musim kemarau jumlah produksi batu bata meningkat hingga seratus persen . jika diluar musim kemarau, proses pengeringan batu bata mentah memerlukan waktu tiga hari sampai seminggu baru bisa untuk di jual. Namun jika pada musim panas ini proses pengeringan batu bata hanya memerlukan waktu satu hari sampai dua hari saja.
Maka perajin Desa Reuleut Barat membuat batu bata dengan sebanyak-banyaknya dengan harapan untuk memperoleh keuntungan yang besar. Namun Kenyataannya pada musim kemarau ini tidak seperti yang di harapkan, karena kebutuhan atau konsumen itu tidak seimbang dengan banyaknya permintaan, yaitu lebih rendah dari besarnya produksi yang di hasilkan oleh para perajin batu bata. Akibatnya hukum pasaranpun berlaku, semakin banyaknya stok barang yang menumpuk, maka harga pasaran pun menurun sangat pesat.