A complete photo of my family, while attending the first child's graduation at Arraniry State Islamic University Banda Aceh.
Hi friends stemians wherever you are, according to my promise in the last post that I will tell the schedule / skidul in marriage, in order to achieve happiness. Here I will share the experiences I have applied in my life as follows:
- Give the age limit for marriage is between 23 years to 28 years, just take the final limit of 28 years. with details :
a. Suppose we have our first child within 3 years, so we are 31 years old.
b. First child of 6 years old school, and graduated from Elementary School 6 years old, we are 43 years old.
c. First child of junior high school and advanced level for 6 years, we are 49 years old.
d. Our first child entered the University and for 5 years, to achieve undergraduate degree 1, so we age 54 years.
this estimate if our first child does not miss the class and the graduation is on time (normal size) and this skidul will go according to plan. - The experience I experienced, I got married at the age of 24 years. in 2 years of marriage, I have my first child, and now my first child has finished undergraduate degree and now works at a private institution. and my age is currently entering 51 years.
- What we predict and expect that the first and or the second child become the benchmarks, examples and support for our future children. The first child and / or second success, then the next child will follow in their footsteps.
- In the health sciences and labor productivity that age productive in carrying out the work is between 20 years to 55 years, so if the schedule runs in accordance with the plan, we are still in the productive age to work even though heavy and difficult, even can working overtime to supplement income to be used for the success of children, thus family life will be happy and prosperous. Hopefully so ..................... Amen.
So friends all my experience in family planning, may be useful especially for those who are still single. If you please please resteem, upvote and comments, very valuable to me.
Foto lengkap keluarga saya, saat menghadiri wisuda anak pertama di Universitas Islam Negeri Arraniry Banda Aceh.
Hai para sahabat stemians sekalian dimanapun anda berada, sesuai dengan janji saya pada postingan yang lalu bahwa saya akan menceritakan jadwal/skidul dalam berkeluarga, agar dapat menggapai kebahagiaan. Disini saya akan menceritakan pengalaman yang sudah saya terapkan dalam kehidupan saya sebagai berikut :
- Berikan batas umur untuk menikah yaitu antara 23 tahun sampai dengan 28 tahun, ambilkan saja batas akhir yaitu 28 tahun. dengan rincian :
a. Andai kita punya anak pertama dalam tempo 3 tahun, jadi umur kita sudah 31 tahun.
b. Anak pertama sekolah umur 6 tahun, dan tamat Sekolah Dasar 6 tahun, umur kita masuk 43 tahun.
c. Anak pertama sekolah lanjutan tingkat pertama dan lanjutan tingkat atas selama 6 tahun, umur kita sudah 49 tahun.
d. Anak pertama kita masuk Universitas dan selama 5 tahun, untuk mencapai sarjana strata 1, jadi umur kita masuk 54 tahun.
perkiraan ini andai anak pertama kita tidak ketinggalan kelas dan kelulusannya tepat waktu (ukuran normal) dan skidul ini akan beerjalan sesuai dengan rencana. - Pengalaman yang saya alami, saya menikah pada umur 24 tahun. dalam 2 tahun menikah, saya punya anak pertama, dan sekarang anak pertama saya sudah selesai sarjana strata 1 dan sekarang bekerja pada lembaga swasta. dan umur saya saat ini memasuki 51 tahun.
- Yang kita prediksikan dan harapkan bahwa pada anak pertama dan atau kedua menjadi tolok ukur, contoh dan tumpuan harapan bagi anak-anak kita selanjutnya. Anak pertama dan atau kedua sukses, maka anak yang selanjutnya akan mengikuti jejak mareka.
- Dalam ilmu kesehatan dan produktifitas tenaga kerja bahwa umur yang masih produktif dalam melaksanakan pekerjaan adalah antara 20 tahun sampai dengan 55 tahun, jadi kalau jadwal tersebut berjalan sesuai dengan rencana, kita masih dalam umur produktif untuk bekerja walaupun berat dan sulit sekalipun, bahkan dapat bekerja lembur untuk menambah penghasilan agar dapat digunakan untuk kesuksesan anak, dengan demikian kehidupan berkeluarga akan bahagia dan sejahtera. Semoga saja demikian..................... Amin.
Demikian sahabat sekalian pengalaman saya dalam perencanaan berkeluarga, semoga bermanfaat terutama bagi yang masih jomblo. Bila berkenan mohon resteem, upvote dan komentarnya, sangat berharga bagi saya.